Selasa, 28 November 2017

Pengalaman Mengajukan Visa Dependent Jepang

Hai Ho!!! Ceritanya ada yang galau ditinggal suami studi S2 di Negeri Sakura per Maret 2017 kemarin. Inginnya sih studi bareng disana. Tapi kenyataan nggak seindah angan memang. Setelah berjibaku usaha wira-wiri, ada sih tawaran beasiswa karena tahun ini kuota beasiswa Ristek masih sangat banyak, tapi terkendala di internal kantor sendiri (panjaaaaang kisahnya, dan bikin sakit hati mengingatnya, jadi nggak perlu dibahas, hehehe). Akhirnya saya putuskan mengambil Cuti di Luar Tanggungan Negara selama 2 tahun untuk ikut suami tinggal di Jepang. Banyak yang menyayangkan saya meninggalkan pekerjaan, tapi semoga ini yang terbaik :)

Disini saya akan berbagi pengalaman mengajukan visa dependent Jepun. Siapa tau nanti ada yang senasib dengan saya, semoga tulisan ini bermanfaat :)

Paspor
Pergi ke belahan dunia manapun selain negara kita pasti memerlukan paspor. Saat ini lebih mudah lagi dengan adanya e-paspor, kita bisa ke Jepang tanpa visa. Sayangnya paspor yang saya miliki ini sudah lama. Daripada urus lagi, lebih baik saya pakai yang sudah ada, hehe

Certificate of Eligibility
Sebelum mengajukan visa adalah mengurus Certificate of Eligibility (CoE), karena saya akan tinggal cukup lama di Jepang yaitu 2 tahun. Cara mengurusnya yaitu dengan mengisi formulir yang disediakan oleh kantor imigrasi Jepang. Tepatnya dimana kurang tau sih. soalnya suami yang urus persuratan di Jepang, hihihi. Selain itu sediakan juga foto terbaru dengan background putih, tanpa editing, ukuran kurang paham, karena saya kirimnya softcopy dan suami yang cetak disana. Bilang aja ke studio fotonya, untuk visa jepang. Nanti dikasih softcopy sama cetaknya ukuran 4,5 x 4,5 cm (untuk pengajuan visa nanti). Setelah jadi, CoE ini dikirim ke Indonesia. Karena saat mengajukan visa nanti harus dibawa CoE asli.

CoE

Pengajuan Visa Dependent
Tahap berikutnya adalah pengajuan visa. Sebelum datang ke lokasi, ada baiknya membuat janji temu terlebih dahulu agar tidak mengantre lama. Tautan untuk membuat janji temu secara online http://www.vfsglobal.com/japan/indonesia/Schedule-an-Appointment.html dimana kita dapat memilih tanggal dan jam berapa yang kita inginkan.

Tanda terima janji temu online

Setelah itu siapkan dokumen yang diperlukan :
1. Paspor asli. Jika sebelumnya sudah memiliki paspor, dibawa juga paspor lama maupun baru.
2. Formulir pengajuan visa yang telah diisi dan ditandatangani (dapat didownload di http://www.vfsglobal.com/japan/indonesia/ sesuai jenis visa yang akan diajukan)
3. Foto terbaru (diambil kurang dari 6 bulan) dengan background putih ukuran 4.5 x 4.5 cm
4. Fotocopy KTP
5. CoE asli dan copy ukuran A4
6. Fotocopy akte kelahiran atau Kartu Keluarga (untuk anak, karena belum punya KTP. Dokumen yang membuktikan hubungan dengan aplikan dewasa yang akan membawa ke negara tsb)

 Setelah semua dokumen siap, esoknya saya bersama anak-anak cuss ke :

Japan Visa Application Centre (JVAC)
Lotte Shopping Avenue Ciputra World Jl. Professor Doktor Satrio No.3-5, RT.18/RW.4, Karet Kuningan, RT.18/RW.4, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940.

Kantornya terletak di Lantai 4, pas sebelah Burger King, bertuliskan Vfs Global. Saya tiba pukul 12 tepat dari perjanjian pukul 12.40 WIB. Oleh petugas belum diijinkan masuk, harus menunggu 15 menit sebelum waktu perjanjian, artinya pukul 12.25 baru bisa masuk. Lumayan, ada waktu 25 menit untuk menikmati makan siang di Burger King. Sebelum masuk ke ruangan, kita melewati pemeriksaan oleh security terlebih dulu, kemudian menyerahkan print out janji temu ke petugas di pintu masuk untuk ditukar dengan nomor antrian.

Nomor antrian

Kita dapat memantau nomor antrian kita di layar monitor. Ketika nomor dipanggil, kita menuju ke konter yang ditentukan kemudian dibantu oleh petugas yang ramah-ramah. Serahkan dokumen yang telah disiapkan untuk di cek kelengkapannya oleh petugas. Jika dokumen telah lengkap, maka kita diberikan semacam tas map berwarna hitam dan melanjutkan ke kasir untuk membayar biaya visa. Nomor antrian sama dengan nomor antrian yang kita terima di awal tadi, lalu seperti sebelumnya kita tunggu lagi hingga nomor kita dipanggil menuju konter pembayaran. Hasil visa bisa diambil sendiri maupun dikirim via pos. Karena jarak Cibinong - Kuningan lumayan jauh, saya ambil opsi dikirim dengan biaya 50 ribu rupiah per orang. Lebih ekonomis dibanding datang sendiri, hemat waktu pula, hihihi

 Biaya yang diperlukan per orang :
1. Visa fees : 370.000
2. VFS Fees : 155.000
3. Courier Fees : 50.000

 Jadi total per orang 575.000 rupiah

Bukti Pembayaran

Oh ya, jangan kaget kalau paspor kita ditinggal disana, karena visa kita jika disetujui akan ditempelkan di paspor tersebut. Awalnya saya bingung, lha kalau paspor ditinggal, nanti saya berangkat nggak pakai paspor? Petugasnya ketawa. Nanti paspor dan visa akan dikirim via kurir setelah 8-10 hari, bu. Haha, maklum, baru pertama mengajukan visa.

Setelah itu? ongkang-ongkang aja dirumah. Kita juga selalu dikirim update permohonan visa melalui email. Seminggu kemudian, kurir datang antar paspor yang telah ditempel visa. Yeeeey!!!

Visa

Pengalaman Mengajukan Visa Dependent Jepang

Hai Ho!!! Ceritanya ada yang galau ditinggal suami studi S2 di Negeri Sakura per Maret 2017 kemarin. Inginnya sih studi bareng disana. Tapi...